Anggota DPRD Kritik Walikota Makassar Jangan Jadi “Polisi India”

Surabaya, (Newsroom-id) – Setelah ramai diberitakan tentang pembentukan Satgas Covid-19 Hunter bentukan Walikota Makassar, Danny Pomanto yang menjadi pro kontra di masyarakat, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Nurul Hidayat, merespons niat Walikota yang berencana akan kembali membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemburu masyarakat tak masker (Sweeping masker).

Semangat awalnya lantaran penggunaan masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang dinilai mampu meminimalisir penyebaran Covid-19, sementara kesadaran masyarakat dalam memakai masker dinilai masih kurang.

Hingga saat ini, Wali Kota Makassar masih memikirkan nama yang tepat untuk satgas ini, “Akan kita lakukan adalah sweeping masker. Kita akan bikin satgas pemburu masker. Dia buru tidak pake masker,” bebernya, Kamis (15/7/2021).

Di bawah payung program ‘Makassar Recover’ telah terbentuk tiga tim Satuan Tugas menghadapi pandemi, yakni Satgas Pengurai Kerumunan (Raika), Satgas Covid-19 Hunter, dan terakhir Satgas Detektor.

Dewan Nurul Hidayat pun memberi komentar cukup keras. Menurutnya, masyarakat tak usah terlalu ditekan. Ia menyarankan agar Pemkot mengurusi penduduk miskin, kelaparan dan kurang gizi.

“Jangan terlalu tekan itu warga, mending yang di-hunter adalah penduduk miskin dan kelaparan, kurang gizi,” jelasnya.

Nurul menduga kalau yang dikerjakan oleh Satgas ini tidak mendapat perubahan besar, “Kalau ada kegiatan satgasnya kemungkinan itu-itu saja yang berputar,” terangnya.

Dirinya berasumsi bahwa tak perlu membentuk satgas lagi, cukup lakukan edukasi di tempat-tempat umum saja, “Masker itu kalau mau diedukasi di tempat umum saja, seperti jalan raya, pasar mall. Janganlah ada tindakan melanggar bahwa ini aturan Perwali, cukup pemerintah sedia saja masker salurkan sampai ke lapisan bawah, bagi yang tidak punya masker berikan untuk dia pake,” tegasnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa masker itu tidak gratis, warga harus membeli untuk dapat masker, “Masker itu kan bagi mereka tidak gratis, mereka beli, bahkan ada yang cuci berulang, kan tidak higienis juga,” terangnya.

Nurul blak-blakan menyebut, “Satgas jangan jadi polisi India yang kalo tidak pake masker main bentak atau kekerasan. sipakatauki,” tegasnya. (Lie_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *