Bisa Sekolah Lagi! Pelajar Wajib Swab dan Imunisasi.

Surabaya, (Newsroom-id) – Sekolah tatap muka di Surabaya bakal dibuka. Guna melaksanakan sekolah tatap muka ini, pelajar diwajibkan tes swab dan imunisasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan kembali membuka sekolah tatap muka untuk siswa sekolah dasar (SD). Namun sebelum diberlakukan, Pemkot Surabaya memberikan imunisasi pada para pelajar secara bertahap.

Program ini dilakukan guna meningkatkan imunitas siswa, mengingat saat ini Indonesia masih berada pada kondisi pandemi COVID-19 dan di Surabaya masih dinyatakan belum selesai. Seperti dikutip dari https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00334543.html

“Program itu tetap harus dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh bagi siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di ruang kerjanya.

Pelaksanaan imunisasi akan dibagi menjadi beberapa sesi setiap harinya. Sebab, pemkot juga mempertimbangkan dan memperhatikan protokol kesehatan agar tidak terabaikan.

“Jadi mekanismenya, siswa akan dijadwalkan oleh gurunya. Setiap sesi ada 15 siswa yang diimunisasi,” ujarnya. “Setelah 15 siswa itu selesai, baru kemudian sesi berikutnya.”

Imunisasi ini akan digelar setiap bulan, mulai Oktober sampai November dan berlangsung mulai Rabu (14/10) kemarin.

Setiap harinya, petugas puskesmas secara serentak akan berkeliling di masing-masing sekolah sesuai wilayahnya.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan jika imunisasi ini ditujukan kepada siswa kelas 1, 5 dan 6 SD dan sudah diatur jadwal pelaksanaannya. Hari pertama di SD Karunia Hidup, Jalan Ngagel Tirto, Kelurahan Ngagel Tirto. Hari kedua di MI Muhyidin, Jalan Gebang Kidul Kelurahan Gebang Putih.

“Tanggal 16 Oktober ada empat titik lokasi di kelurahan yang berbeda-beda,” jelasnya. “Itu terus kami lakukan sampai semua sasarannya terpenuhi.”

Adapun jenis imunisasi yang digunakan untuk para pelajar SD ini adalah Measles Rubella (MR) dan Human Papiloma Virus (HPV). Khusus di bulan Oktober, dua jenis imunisasi itu akan menyasar 43.688 anak. “Sementara itu, untuk pelaksanaan November jenis imunisasinya yakni Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (TD). Kalau yang ini ada tambahan kelas 2 SD,” katanya.

Dengan adanya program imunisasi ini dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Pemkot juga mengimbau para guru agar terus memantau murid-muridnya akan protokol kesehatan. (Lie_/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *