Fakta Tentang Warung Tertinggi di Indonesia

Magetan, (Newsroom-id) – Hai travelers… Kamu suka mendaki? Gunung mana aja nih yang udah pernah kamu taklukin puncaknya?

Ngomongin soal gunung, tentunya beberapa gunung di Jawa Timur selalu menjadi tujuan favorit para pendaki, khususnya puncak Gunung Lawu. Gunung yang sudah tidak aktif ini terbilang spesial karena secara teritorial berada di dua Provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mempunyai tinggi 3.265 mdpl (meter di atas permukaan laut) Gunung Lawu memiliki pesonanya sendiri, salah satunya warung tertinggi di Indonesia.

Nama Mbok Yem si pemilik warung di puncak Gunung Lawu tentu sudah tidak asing bagi kalangan pendaki. Warung milik wanita asal Magetan, Jawa Timur itu menjadi primadona para pendaki Gunung Lawu.

FYI (for your information) berikut deretan fakta menarik dari warung tertinggi di Indonesia yang dirangkum Newsroom-id :

Tertinggi di Indonesia

Kehadiran warung Mbok Yem di ketinggian 3.150 Mdpl atau hanya kurang 115 Mdpl saja dari Puncak Gunung Lawu, menjadi solusi untuk urusan perbekalan para pendaki. Banyak pendaki salut dengan kegigihan Mbok Yem, karena Gunung Lawu memiliki cuaca yang ekstrem mencapai -5 derajat celcius.

Layani Ratusan Pembeli

Dalam sehari saat situasi normal, Mbok Yem bisa melayani sekitar 200 pendaki. Makanan yang dijual di warung Mbok Yem cukup terjangkau.

Mbok Yem tidak sendiri mengelola warung tersebut. Dia dibantu kerabatnya mengelola warung tersebut, salah satunya Parmi, 66. Parmi bisa sampai tiga kali naik turun Gunung Lawu dalam sepekan untuk menyediakan logistik khusus warung Mbok Yem. Dia bisa membawa sekitar 45 kilogram barang dagangan dalam sekali angkut. Dia mengemas barang berupa beras, minyak goreng, dan sejumlah sembako lain dalam karung untuk diangkut ke warung Mbok Yem.

Parmi membutuhkan waktu sekitar enam jam dari pos pendakian Cemoro Sewu untuk mencapai warung Mbok Yem di dekat Puncak Hargo Dumilah. Dia telah melakoni pekerjaan sebagai pengangkut logistik sejak warung Mbok Yem berdiri pada 1995 silam. Selama menjalani pekerjaan tersebut, dia tidak pernah mengalami kendala yang berarti.

Berusia 31 Tahun

Menguti berbagai sumber, warung Mbok Yem di puncak Lawu telah berdiri sejak tahun 1980 silam. Formatnya pun cukup sederhana, berdinding kayu tanpa hiasan cat atau dinding formal.

Sumber Listrik dari Matahari

Warung tertinggi di Pulau Jawa itu menangkap panas matahari menjadi listrik. Jadi, warung sederhana di kawasan Argo Dalem itu punya televisi, kulkas, penanak nasi, dan lampu yang menerangi saat gelap menyergap.

Mbok Yem Turun Gunung Setahun Sekali

Mbok Yem hanya turun gunung dari warung di puncak Lawu menuju ke rumahnya di Magetan, Jawa Timur, ketika Idulfitri atau saat ada keluarga menggelar acara hajatan.

So… buat kamu yang punya rencana mendaki di Gunung Lawu, tak perlu repot membawa banyak bekal makanan. Cukup membawa uang saku untuk ditukarkan dengan menu yang disediakan warung tertinggi di Indonesia itu. (Lie_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *