Kamu Milenial? Mau Income Besar Sekaligus Menjadi Berkat? Gabung di sini!

Surabaya, (Newsroom-id) – Pada era seperti sekarang ini, memiliki hunian pribadi merupakan impian setiap orang, terlebih kaum milenial.

Namun tak semuanya bisa beruntung memiliki kebutuhan papan tersebut dikarenakan harga tanah dan bangunan yang semakin mahal.

Kenyataan bahwa masih banyak keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, membuat sebagian besar masyarakat untuk dapat memiliki hunian yang layak hanya isapan jempol semata.

Tapi dalam kehidupan ini tak ada yang tak mungkin, laksana padang gersang yang merindukan datangnya hujan. Harapan untuk memiliki sebuah rumah bagi masyarakat miskin bisa terwujud, berkat adanya program RumahSinggah.org (RSdO), dimana social bussines ini siap mewujudkan satu juta rumah gratis bagi fakir miskin.

Dijelaskan Ketua RSdO, Stefanus Bayu Angga bahwa visi dari program ini adalah memberi dan saling menjadi berkat.

“Visi kami yakni memberi dan saling menjadi berkat, tanpa adanya hutang atau riba,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, bahwa program yang dijalankan ini merupakan kolaborasi tiga stake holder yakni, Yayasan Anugerah Efrata, Maxwin Organization dan Yayasan Pondok Kasih.

Lebih lanjut dipaparkan Matthew Nyoto, Pembina Leader Volunteer saat media konferense, sebagai operasional program ini, merangkul para milenial untuk menjadi volunteer yang bertugas menjaring fakir miskin, pihak operasional dan juga filantropis atau donatur.

“Ini misi yang sangat terberkati, dan bagi para volunteer tidak hanya bekerja cuma-cuma, tapi akan ada perhitungan sekian persen dari usaha yang diperoleh dari para donatur. Estimasi pendapatan 5 hingga 10 juta rupiah.” ungkap Matthew.

Pembina Yayasan Anugrah Efrata, Pdt. Kristiono menjelaskan, untuk donatur yang bergabung untuk membiayai operasional, maka nama mereka akan ditorehkan pada plakat, yanhg disematkan di rumah singgah. Sedangkan untuk dana yang masuk, pihaknya menjanjikan akan kembali 100 persen dalam 30 bulan.

Ketika ditanya soal target, Pdt. Kristiono mengatakan bahwa untuk progress awal ditargetkan satu juta rumah, yang dicari dari para developer yang mengalami kemacetan penjualan karena kondisi pandemi.

Adapun developer yang akan dipilih adalah developer yang telah mengantongi ijin dan legalitas resmi.

Guna mendukung peningkatan ekonomi keluarga yang menempati rumah singgah, akan diberikan training-training kewirausahaan, agar nantinya bisa diarahkan pada sektor UMKM.

“Kalau mereka bisa mencari rejeki melalui usaha mandiri, katakanlah UMKM, maka harapan kita mereka yang berada di rumah singgah nantinya bisa mengikuti program rumah komersial,” tandasnya.

Mengenai rumah komersial,  jenis yang ditawarkan yakni tipe standar rumah 36, dengan estimasi harga Rp 150-200 juta. Terkait prosedur kepemilikan, ditawarkan berbagai kemudahan, diantaranya angsuran 1% setiap bulan, selama 8 tahun, tanpa uang muka, bunga, riba, dan BI Checking.

Tujuan dari dilaksanakannya program yang sudah berjalan dua bulan ini adalah guna memberikan harapan bagi keluarga, yang tidak mampu mewujudkan keinginannya untuk memiliki rumah, menjadi bisa mendapatkan hunian dan mendapatkan skill berbisnis.

Kemampuan berbisnis ini diharapkan dapat digunakan sebagai amunisi untuk meningkatkan pendapatan, sehingga dari pendapatan yang diperoleh tersebut bisa digunakan untuk menaikkan level hidupnya, dari penghun rumah singgah menjadi peserta program rumah komersial. (Lie_/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *