Kemenperin Optimalkan Eksistensi Industri Kulit Tanggulangin Lewat Pelatihan Digital Marketing

Sidoarjo, (Newsroom-id) – Revitalisasi Industri Kecil Menengah (IKM) yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus dilakukan demi tercapainya kesejahteraan para pegiat industri.

IKM Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai salah satu pusat industri kulit, alas kaki, dan barang jadi kulit, terus didorong eksistensinya melalui pelatihan pemasaran digital sejak tahun 2020 yang lalu.

Pengoptimalan pelatihan pemasaran digital dilakukan karena melihat industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit, memiliki potensi yang besar untuk Indonesia. Terbukti pada Agustus 2020, nilai ekspor lebih besar dari nilai impornya yaitu sebesar US$ 255,86 juta.

Selain itu, Indonesia berada pada urutan ke-4 di dunia sebagai eksportir produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, E Ratna Utarianingrum, menyampaikan bahwa Kemenperin terus melakukan berbagai program untuk pengembangan Sentra IKM Tanggulangin. Pada tahun ini, para anggota IKM Tanggulangin dan anggota Koperasi INTAKO akan memperoleh pendampingan dalam pemasaran digital, literasi tren produk dan optimalisasi digital marketing tool melalui digital ads dan virtual event.

Tak hanya soal literasi dan pengembangan kualitas sumber daya manusianya, pembenahan fasilitas juga akan dilakukan, seperti pengadaan jaringan internet untuk mendukung pemasaran digital, kolaborasi dengan brand lokal dan event, serta penempatan mentor-mentor yang bisa mendampingi secara berkelanjutan.

“Peningkatan transaksi e-commerce tersebut menjadi cerminan bahwa digitalisasi UMKM sangat penting, apalagi mengingat ekonomi dan keuangan digital di tengah Covid-19 tumbuh sangat cepat. Untuk itu sebagai pelaku IKM/pengusaha, kita harus mampu beradaptasi dengan situasi terkini, serta harus mau berubah atau jika tidak maka kita akan semakin tertinggal”, jelasnya.

Proses rebranding INTAKO dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2017. Rebranding dan optimalisasi ini dilakukan untuk mengubah citra INTAKO, dari yang terkesan kuno, menjadi lebih modern dan dekat dengan tren anak muda.

Aktivasi secara digital harus dilakukan secara konsisten dengan membawa nilai atau citra yang baru. Hal tersebut pun dapat dicapai dengan peningkatan kualitas dan literasi SDM terhadap pemasaran digital.

Tahun lalu, Koperasi INTAKO telah terjun ke dunia digital dengan membuat toko online di e-commerce dengan nama “INTAKO LEATHER” dan akun media sosial. Namun, dalam pemasaran digital, diperlukan aktivasi berkelanjutan untuk memaksimalkan potensi dan hasil dari digital tools yang sudah dibuat. Sehingga pada tahun ini Kemenperin kembali memberikan program optimalisasi.

Seluruh anggota IKM Tanggulangin dan Koperasi INTAKO akan mendapatkan pelatihan optimalisasi pemasaran digital secara intensif. Tahun lalu, materi berfokus pada dasar-dasar pemasaran digital dan kemampuan teknis. Sedangkan, materi pelatihan tahun ini akan berfokus pada kemampuan perencanaan dan analisis. Peserta program akan mempelajari tentang elemen digital marketing, goal setting & KPI, performance analytics dan sales techniques.

Asistan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Edwin, menjelaskan bahwa pelatihan pemasaran digital serta berbagai dukungan yang dilakukan untuk Sentra IKM Tanggulangin, merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital untuk IKM dan UMKM yang kuat.

“Upaya penguatan partisipasi UMKM dalam ekosistem ekonomi digital dilakukan melalui 2 (dua) pendekatan utama, yaitu: 1) Penguatan Ekosistem UMKM/IKM, terkait perizinan, pajak, sertifikasi, akses pasar, pembiayaan, pelatihan, pendampingan, dan akses bahan baku; serta 2) Penguatan Ekosistem e-Commerce, yang meliputi penciptaan Iklim usaha yang sehat (fair playing field), pembayaran digital, logistik, perlindungan data pribadi, pengendalian informatika, penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik (PSTE) dan infrastruktur digital,” tutur EdwinH.

Harapannya, melalui program pelatihan dan transformasi digital yang dilakukan, INTAKO dapat masuk ke tahap pembangunan ekosistem yang lebih matang. Ekosistem ini disebut dengan nama Rumah Digital. Ekosistem ini menunjukan bahwa jalannya pemasaran digital tidak sekadar pembuatan akun di media sosial saja.

Tetapi banyak aspek yang perlu dimaksimalkan seperti, branding, digital marketing & campaign, sales force, dan product management.

Untuk mencapai ekosistem tersebut, Kemenperin terus berkomitmen memberikan fasilitas pelatihan secara berkelanjutan serta fasilitas akses industri dengan pihak permodalan dan pihak ketiga lainnya. (Lie_/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *