Kritik Pedas dalam Goresan Kuas!

Surabaya, (Newsroom-id) – Melukis merupakan seni yang bisa dinikmati siapapun, namun tak semua orang bisa melakukannya. Terlebih jika lukisan tersebut merupakan visualisasi dari imajinasi di luar batas.

Tak hanya sekedar seni, nyatanya lukisan dapat dijadikan media untuk menyampaikan pemikiran, emosi bahkan kritik. Wah… Keren banget ya newsreaders!

Berbicara mengenai lukisan, Newsroom-id.com berkesempatan melakukan liputan eksklusif dengan Serikat Mural Surabaya, dalam kegiatan MURAL SERENTAK.

Hmmm… Apa sih itu??? Jadi MURAL SERENTAK adalah movement solidaritas yang digagas oleh Serikat Mural
Surabaya. Dimana ini merupakan gerakan kolektif street art yang selalu dilaksanakan pada 16 Mei serentak diseluruh kota kota di Indonesia.

Tahun ini adalah gerakan MURAL SERENTAK ke-2, yang mana pada 2020 lalu, MURALSERENTAK pertama kali diadakan dan mendapat respon serta antusias yang sangat baik dari semua pelaku seniman jalanan dan anak anak muda di beberapa kota.

MURAL SERENTAK pertama diikuti lebih dari 15 kota di Indonesia seperti Surabaya, Malang, Kediri, Sidoarjo, Denpasar, Tangerang, Jogja, Makasar hingga Sumatera.

Exco, dari Serikat Mural Surabaya mengatakan, “MURAL SERENTAK tahun ini membawa tema ‘Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja’ dan diikuti lebih dari 15 kota di Indonesia, mengangkat isue-isue dan permasalahan yang ada di kota/tempat/daerahnya masing-masing, sedangkan Surabaya mengambil sub-tema tentang carut marut penanganan vaksin, kepedulian kita terhadap anak anak untuk generasi mendatang, perlawanan petani dan warga adat terhadap kerusakan lingkungan dan alam di Indonesia yang diakibatkan tambang, industri dan korporasi serta polemik KPK.”

“Tujuannya sebagai kritik sekaligus memberikan warna baru street art Indonesia sebagai kultur seni jalanan anak muda yang selalu bersuara melalui media street art /
seni jalanan yang bisa dilihat dan dinikmati masyarakat di ruang publik.” Imbuh Exco.

For Your Information (FYI) nih newsreaders,  MURAL SERENTAK dilaksanakan di bulan Mei, karena bulan Mei selalu diperingati hari buruh dan kelas pekerja (Mayday) tanggal 1 Mei, Hari Pendidikan Nasional, Mengenang kebrutalan rezim Orba di tragedi 98 dan juga sosok wanita pemberani Marsinah, serta masih banyak lagi moment moment penting di bulan Mei. (Lie_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *