PPKM Darurat Malah Pesta Miras, Satpol PP : Kami Cape Bertugas…

Surabaya, (Newsroom-id) – Sikap represif Satpol PP saat menggelar razia PPKM Darurat kerap dikeluhkan warga, khususnya para pelaku usaha. Keluhan ini dikarenakan banyaknya kekerasan dan intervensi yang dilakukan petugas, sehingga dirasa tak sesuai SOP.

Alih-alih menjalankan tugas, justru beredar video oknum Satpol PP pesta Miras dan joget dansa di kantor setelah selesai razia PPKM Darurat.

Seakan tetap membela diri atas temuan tersebut, Boy salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ende meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende atas video viral yang membuat masyarakat resah. Dalam video tersebut terlihat sejumlah anggota Satpol PP Ende mengenakan seragam tengah merayakan ulang tahun salah satu anggota, Kamis 16 Juli 2021 sore di Kantor Satpol PP Ende.

Pada video berdurasi 30 detik terakhir, tampak seorang anggota berdansa dengan seorang wanita yang mengenakan pakaian biasa. Keduanya tidak mengenakan masker atau hanya menempelkan masker di dagu.

Sementara salah satu anggota lain, tampak sibuk menuangkan minuman dari sebuah botol ke dalam gelas dan di berikan kepada rekan – rekannya.

Boy menuturkan, mereka semua yang terlibat dalam acara tersebut, hari ini mulai menjalani hukuman. Dirinya dan tiga rekannya disel di belakang kantor Satpol PP selama empat belas hari. Sementara anggota yang masih junior tiga orang dipulangkan, dua puluh satu orang menjalani hukuman fisik selama dua puluh satu hari ke depan.

Boy dengan berani mengaku bahwa dirinya yang berulang tahun. Namun acara makan bersama, nyanyi dan dansa terjadi secara spontan, tidak direncanakan, berlangsung tidak lama dan terjadi setelah kerja (patroli pencegahan Covid-19).

“Sekali lagi kami minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Ende,”
Di sisi lain, Boy berharap agar masyarakat Kabupaten Ende jangan hanya menilai Satpol PP Ende dari sisi video yang viral tersebut.

Menurutnya, selama masa pendemi ini terlebih saat eskalasi Covid-19 naik dalam sebulan terakhir ini, mereka bekerja over time.

“Kami cape bertugas, selama masa pandemi ini kami bekerja over time 24 jam. Ada yang memviralkan kejadian kemarin kami terima dan kami minta maaf. Kami berjanji tidak akan ulang lagi,” kata Boy.

Boy menuturkan, selama bertugas di masa pandemi ini, tidak jarang mereka mendapat makian bahkan diserang warga. Namun, mereka harus tetap hadapi karena tugas. (Lie_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *